Apa yang ada di pikiran anda, bila mendengar “Cuci otak”??
Eits jangan keburuh berpikiran negatif, ternyata cuci cotak pun punya nilai positif. Tentunya bila digunakan untuk hal-hal yang berguna sebagai berikut:
Cuci otak merupakan bentuk pengaruh sosial yang menggabungkan semua pendekatan. Tujuannya, mengubah cara berpikir seseorang tanpa persetujuan orang tersebut. Lebih banyak malah sering bertentangan dengan kehendaknya. Meski demikian, ternyata brainwash juga bisa dimanfaatkan untuk hal-hal bersifat positif.
Salah satunya ialah dalam bidang militer. Mengapa?? Karena cuci otak tersebut bisa “dipergunakan” untuk menjadi salah satu sarana untuk tentara-tentara yang ragu untuk berperang, biasanya di bantu untuk menjadi lebih berani berperang. Hal ini pernah dilakukan Hitler di jerman pada masa kepemimpinannya. Setelah perang pun, cuci otak bisa digunakan untuk membantu menghapus kenangan-kenangan buruk para prajurit ketika sedang dimedan perang. Dengan begitu, para tentara perang bisa hidup dengan tenang tanpa di hantui rasa bersalah atau kegelisahan.
Manfaat lain dari cuci otak adalah membantu menyembuhkan para pecandu obat-obatan atau narkoba. Untuk menyembuhkan pecandu narkoba tidaklah mudah. Karena itu, metode cuci otak merupakan salah satu alternatif yang digunakan untuk membantu menyembuhkan pecandu narkoba/obat-obatan terlarang.
Selain itu, cuci otak juga bisa dimanfaatkan untuk memupuk rasa nasionalisme yang tinggi. Pendidikan yang berkaitan dengan identitas kebangsaan pada hakikatnya merupakan pencucian otak yang bersifat positif. Namun, banyak yang belum menyadarinya. Dengan memiliki rasa nasionalisme yang tinggi, maka seseorang akan rela berkorban demi negaranya. Misal ketika perang, maka akan banyak warga negara yang memiliki rasa nasionalisme yang tinggi, akan bersatu dan membantu negaranya. Pencucian otak pun bisa dilakukan untuk memotivasi karyawan, sehingga kinerja karyawan bisa meningkat dan mencapai hasil yang lebih baik.
Menurut dosen fakultas psikologi: kegiatan cuci otak ini bukan merupakan hal klenik. Justru bersifat ilmiah karena telah dibuktikan melalui eksperimen. Cara atau metode yang digunakan pun bisa berbeda-beda, tidak hanya menggunakan kekerasan fisik. Namun bisa juga menggunakan hipnotis.
Lika-liku cuci otak
Kegiatan cuci otak atau brainwashing akhir-akhir ini menjadi pembahasan utama di berbagai media. Banyak orang yang terkena doktin. Akibatnya, mereka melakukan hal-hal yang diluar kebiasaan. Bagaimana sebenarnya mekanisme dan sejarah kegiatan yang juga kerap disebut mind controlling itu?
Berdasarkan webster’s new collegiate dictionary, brainwashing merupakan penerjemahan dari terminologi tiongkok yang mengindikasikan pemaksaan doktrin oleh seseorang kepada pihak-pihak lain untuk tujuan-tujuan tertentu. Dengan begitu, orang yang terpengaruh tersebut akan mengalami perubahan pemikiran dalam dirinya. Biasanya, perubahan itu meliputi di bidang militer, sosial, politik atau agama.
Istilah brainwashing kali pertama muncul pada 1950. Saat itu perang antara Korea Utara dan Korea Selatan sedang berlangsung. Korea Utara didukung Tiongkok, sedangkan Korea Selatan didukung Amerika Serikat dan PBB. Para tentara Amerika Serikat yang ditahan Korea Utara mengalami pengubahan sikap dalam mendukung negaranya. Mereka berbalik membela Korea Utara dan membuat Amerika Serikat heran. Akhirnya, muncul istilah brainwashing yang digunakan Amerika Serikat untuk menjelaskan “anomali”tersebut.
Pada perang korea itu, metode cuci otak yang digunakan adalah pemberian reward and punishment. Tahanan perang akan memperoleh siksaan fisik apabila tidak patuh atau melakukan kesalahan. Siksaan fisik inilah yang mempermudah masuknya pemikiran baru yang bertentangan dengan pemikiran sebelumnya.
Menurut praktisi hipnoterapi, Agung Saputra: Lemahnya fisik seseorang akan mempermudah jalan masuknya ide baru ke dalam mental. Namun, pada orang yang mentalnya sudah kokoh dan berpendirian kuat pada suatu hal tertentu, selemah apapun fisiknya, mentalnya tidak akan terpengaruh.
Philip G. Zimbardo PhD dalam tulisannya, what messages are behind today’s cults?, mencontohkan tragedi bunuh diri masal pada aliran Heaven’s Gate pada 26 maret 1997. Pada tragedi itu, para penganut aliran ini meyakini komet Hale-Blopp yang saat itu melintasi bumi membawa mereka ke tingkat evolusi lebih tinggi. Berdasarkan investigasi, Philip pun punya kesimpulan penting. Yakni, tidak ada orang yang secara suka rela menyerahkan diri kepada persembahan seperti Heaven’s Gate. Mereka melakukan itu karena sudah terjadi doktrinasi terhadap diri mereka.
Karakter yang rentan brainwash
Tidak semua orang bisa dengan mudah dicuci otaknya. Orang-orang yang mempunyai prinsip hidup kuat, cenderung tidak mudah dipengaruhi. Sebaliknya, orang yang mempunyai prinsip hidup lemah, akan mudah terpengaruh. Berikut adalah tipikal orang yang mudah terpengaruh dan dicuci otak.
Pencari jati diri
Orang yang sedang mencari jati dirinya akan mudah untuk dipengaruhi dan dicuci otak. Menemukan jadi diri bisa terkait dengan keimanan dan eksistensi diri. Umumnya mencari jati diri berupa eksistensi diri banyak dilakukan oleh remaja. Sehingga, remaja akan mudah dipengaruhi.
Orang yang mengalami tekanan fisik dan mental
Orang yang mengalami depresi fisik dan mental mudah dipengaruhi karena kelelahan, tidak berdaya dan akan mencari sesuatu yang mampu membuatnya untuk merasa nyaman dan aman. Pendekatan yang dilakukan oleh brainwasher atau orang yang mencuci otak terhadap tipikal seperti ini umumnya akan berupa pesuatif atau hynopsis.
Psikologis sombong dan egois
Orang yang memiliki percaya dirinya secara berlebihan alias kesombongan atau psikologis tinggi juga bisa dengan mudah dipengaruhi. Kenapa? Karena orang-orang yang tersebut egois dan bangga akan dirinya sendiri tanpa menghiraukan yang lain dan menyatakan bahwa apapun yang dia percaya secara otomatis adalah benar. Namun, hal tersebut tidak didukung dengan pengetahuan yang luas dan mendasar yang mampu menilai.