Kemiskinan merupakan masalah besar baik di negara tertinggal maupun negara berkembang seperti di indonesia. Kemiskinan dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya yaitu faktor pengangguran. Di indonesia, tingkat pengangguran yang terjadi cukup tinggi dan terus menjadi persoalan yang tidak pernah tuntas ditangani negeri ini, pertambahan jumlah lulusan tiap tahun tidak diimbangi dengan pertambahan jumlah lapangan pekerjaan. Padahal dengan pertambahan jumlah lulusan seharusnya harus diiringi dengan pertambahan lapangan pekerjaan yang ada, agar lulusan tersebut bisa memperoleh pekerjaan dan bisa mengembangkan potensi dirinya, oleh karena itu Indonesia sangat membutuhkan banyak enterpreneur untuk membuka lapangan usaha baru. Enterpreneurship bisa menjadi solusi bagi para lulusan perguruan tinggi. Namun, sudah siapkah kita untuk menjadi entrepeneur?
Pertama, sudah tentu untuk memulai suatu usaha yang baru tentu membutuhkan modal, kita bisa membuka usaha kecil-kecilan yang tidak membutuhkan modal yang terlalu besar atau dengan bekerja menjadi karyawaan dulu untuk mengumpulkan modal, baik materi maupun pengalaman. Kedua, mempersiapkan mental dan karakter enterpreneur. Untuk menjadi pengusaha jauh lebih rumit daripada menjadi sekedar karyawan biasa. Untuk bisa menghadapi semua tantangan itu, kita harus memiliki karakteristik enetrpreneur. Menurut Ir. Ciputra, menyebutkan tujuh karakteristik yang harus dimiliki seorang entrepreneur.
• Pertama, passion. Seorang entrepreneur harus memiliki antusiasme dan kecintaan atas bidang usaha yang dijalaninya.
• Kedua, Independent. Entrepreneur yang baik harus bisa bertindak dengan mandiri, tanpa bergantung kepada orang lain dalam menjalankan usahanya maupun mengambil keputusan.
• Ketiga, market sensitivity. Untuk bisa menjadi entrepreneur suksess, kita harus memiliki kepekaan atas kondisi pasar.
• Keempat, creative and innovative. Kita membutuhkan kekreatifan dan inovasi untuk menghasilkan produk yang bisa diterima masyarakat dan bisa memiliki nilai lebih dibandingkan produk lain.
• Kelima, calculated risk taker. Seorang entrepreneur mempunyai resikoperusahaan bangkrut yang bisa menyebabkan kerugian yang besar dan juga bisa membuat mereka jatuh dan tak mau untuk mencoba kembali, meski demikian, entrepreneur juga mempunyai peluang untuk mendapat penghasilan yang melonjak semakin besar jika usahanya sukses.
• Keenam, high ethical standard. Kita perlu menunjukkan bahwa entrepreneur adalah orang-orang yang memberikan kemakmuran yang adil kepada karyawan dan memberikan pekerjaan kepada banyak pengangguran.
• Yang terakhir adalah persistent. Seorang entreprenur harus gigih dan tidak menyerah dalam mencapai tujuannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
nama:
opini/pendapat: